Do & Don’t, Aturan Facebook-an untuk Guru

Ditulis Oleh: Sopandi Ahmad
Wednesday, April 27, 2011 12:24 pm
 

Jejaring sosial, entah itu Facebook atau Twitter dan situs-situs lain seperti YouTube atau layanan Skype sangat akrab dengan anak muda. Bagi guru hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjalin hubungan baik dengan murid dan membantu mereka dalam mengerjakan tugas sekolah.

Akan tetapi harus diingat, tidak semua hal boleh dilakukan di Facebook. Ini untuk menghindari kejadian tidak mengenakkan dan agar hubungan guru-murid tetap terjaga. Berikut sejumlah tips yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh guru saat ber-Facebook ria.

Do:

  • Pisahkan halaman (page) Facebook pribadi Anda dengan halaman yang Anda buat sebagai seorang guru.
  • Jika murid Anda ingin berteman dengan Anda di Facebook, tempatkan di halaman guru.
  • Postinglah foto-foto tentang sekolah/pelajaran/perjalanan. Hal ini akan mengingatkan murid akan hal-hal yang terkait dengan sekolah.
  • Buat group untuk kelas yang Anda ajar. Dengan group tersebut, doronglah murid-murid untuk bertanya mengenai PR sekolah. Bantu mereka dengan mengadakan diskusi dan group wall. Identitas dan rasa memiliki sangat penting dalam proses belajar.
  • Pastikan group yang Anda buat tertutup, sehingga orang harus me-request dulu sebelum bergabung di group tersebut. Dengan langkah ini, Anda bisa memilih dengan bijak siapa-siapa saja yang boleh bergabung.
  • Bergabunglah dengan group-group lain yang terkait dengan sekolah. Hal ini bisa membuat Anda mengetahui apa yang diposting oleh para murid.
  • Postingan yang Anda buat sebaiknya bernilai positif.
  • Gunakan layanan status untuk menginformasikan para murid tentang kebijakan di sekolah.
  • Bermain game-game sederhana bersama para murid di Facebook bisa mempererat hubungan guru-murid.
  • Jika murid Anda ada yang berulang tahun, jangan segan-segan mengucapkannya di Facebook. Ini menunjukan kepedulian Anda.

Don’t:

  • Jangan ngobrol di FB chat untuk menghindari tuduhan yang tidak mengenakkan. Selain itu Anda tidak bisa menyimpan jejak chat yang Anda lakukan.
  • Jangan meng-add murid-murid Anda duluan.
  • Jangan mengirimkan pesan (message) pada mereka kecuali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Pastikan semuanya terbuka dan bisa dibaca siapa saja. Jika mereka mengirimi Anda pesan di message, balas saja di wall.
  • Jangan melihat foto-foto murid-murid Anda kecuali profile picture. Jika Anda melihat foto yang tidak pantas dan melaporkannya maka hal ini akan merusak hubungan Anda dengan murid. Facebook bukanlah tempat untuk memonitor, dekati murid secara personal untuk memberitahukannya.
  • Jejaring sosial di sekolah bukan ajang untuk kritik. Dengan kehadiran Anda sebagai guru, usahakan untuk merepresntasikan kepemimpinan dan moral.

Sumber:

http://ictwatch.com/internetsehat/2011/02/22/do-dont-aturan-facebook-an-untuk-guru/

Ditampilkan kembali di:

http://sopandiahmad.wordpress.com/2011/02/23/do-don%e2%80%99t-aturan-facebook-an-untuk-guru/

This entry was posted in Multimedia Pembelajaran,Teknologi and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to “Do & Don’t, Aturan Facebook-an untuk Guru”

  1. Mas, materinya saya sampaikan kemarin di meetup Cianjur. Guru-guru menyambut baik langkah praktis ini. makasih ya :)

  2. Wah, terima kasih sudah disampaikan kembali kepada orang lain. Alhamdulillah bisa bermanfaat.

  3. Emina says:

    jadi, untuk point 1 yang ‘do’ itu, seorang guru sebaiknya memiliki 2 akun fesbuk?

  4. Dinn Raharja says:

    bagus kg artikelnya, mmg sprtinya perlu pmbuatan dua akun untuk memposisikan diri di saat profesi maupun pribadi

  5. [...] Lantas, tidak mungkin dong kalau guru harus aktif di socmed seperti siswa? gila aja kalau guru pun harus 24 jam nongkrong di depan FB dan twitter, apalagi dengan status-status alay, hehe.. Nah, untuk itu saya coba sampaikan beberapa tips praktis yang diberikan oleh ICTWatch tentang guru dan social media, lengkapnya bisa di baca di postingan Mas Sopandi (ijin copas ya mas ) –> http://pojokpendidikan.com/2011/04/27/do-don%e2%80%99t-aturan-facebook-an-untuk-guru/. [...]

  6. Putri says:

    abis saya baca saya kasi ke beberapa teman fuckbook sayah yang menjadi Guru Di Sekolah :D sip, kan?! sip!

  7. Keren, tapi saya termasuk orang yang malas membuat dua akun. Jadinya saya hanya memposting status yang kira-kira pantas (lebih hati-hati posting maksudnya).

Leave a Reply

 

Formulir Pendaftaran

Silahkan mendaftarkan diri untuk dapat berkontribusi di komunitas Pojok Pendidikan.

 

Apa Pojok Pendidikan?

Pojok Pendidikan merupakan perwujudan ide dan gagasan mengenai pendidikan. Berawal dari sekumpulan anak muda yang sering 'nongkrong' di media daring. Sebagian dari kami baru berkiprah di masyarakat setelah lulus dari sebuah perguruan tinggi yang berlatarbelakang pendidikan. Pekerjaan merekapun beragam, ada yang menjadi guru, dosen, wirausahawan, designer, bahkan ada yang masih kuliah. Walaupun kesibukan berbeda, namun kami selalu berdiskusi dan bertukar ide baik yang serius atau yang bersifat santai dalam medium daring. Selengkapnya »
 

Kolom Pakar