
“lebih baik terlambat daripada tidak..”
![]()
Ceritanya di sini saya akan memaparkan diskusi kami di SMAN 1 Sukaresmi Cianjur kemarin tentang topik yang ‘harus’ saya antarkan, judulnya “Pemanfaatan Social Media untuk Pembelajaran”.
Memulai pembicaraan saya mencoba membuka fakta bahwa perubahan gaya hidup saat ini sangat banyak dipengaruhi dengan lahirnya internet serta social media, hingga Thomas L. Friedman menuliskan buku berjudul “World is Flat”. Juga saya coba memaparkan hasil riset yang dilakukan oleh lembaga riset marketing  terkemuka di Indonesia, bahwa sudah sangat jelas kehidupan kita telah banyak berubah setelah hadirnya internet, HP dan tak kalah hebohnya lahirnya Facebook dan kawan-kawan.
Lantas, pertanyaannya “emang mau apa?, emang ngaruh ya?” hehe.. mungkin banyak Bapak/Ibu guru yang bertanya dibenaknya demikian (meskipun tidak diucapkan langsung kepada saya). Maka sebelum mereka bertanya langsung saya jawab “Ngaruh Bu.. Pak!” hehe.. Sebagai pribadi guru yang tugas pokoknya adalah mendidik siswa-siswinya, kita tidak mungkin menutup mata tentang hal ini, sebab anak-anak kita, siswa-siswi kita saat ini ‘hidup’ di dunia itu (internet dan socmed -red), sehingga suka atau tidak konsekuensinya jelas ada bagi para guru untuk setidaknya mengubah beberapa metode pembelajarannya.
Lantas, tidak mungkin dong kalau guru harus aktif di socmed seperti siswa? gila aja kalau guru pun harus 24 jam nongkrong di depan FB dan twitter, apalagi dengan status-status alay, hehe.. Nah, untuk itu saya coba sampaikan beberapa tips praktis yang diberikan oleh ICTWatch tentang guru dan social media, lengkapnya bisa di baca di postingan Mas Sopandi (ijin copas ya mas
) –> http://pojokpendidikan.com/2011/04/27/do-don%e2%80%99t-aturan-facebook-an-untuk-guru/.
Selanjutnya, bagaimana social media yang sudah dibahas sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk ‘mewarnai’ pembelajaran? saya coba menyampaikan 4 Alasan kenapa social media dapat digunakan dalam pembelajaran (ini saya sarikan dari buku “Crowd” karya mas Yuswohady).
Terakhir, bagaimana prakteknya? teori mulu! hehe..
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan pembelajaran melalui socmed, seperti melibatkan siswa untuk membuat proyek pembelajaran yang bersifat kolaboratif, contohnya melalui wiki. selain itu facebook pun dapat digunakan, sederhananya saya contohkan yang dilakukan oleh aktivis pojok pendidikan Chairani Uni untuk mengupload slide pembelajarannya di facebook, dan banyak lagi hal-hal yang dicontohkan pada saat itu
Pada akhirnya, guru harus dapat memposisikan diri dalam menggunakan social media ini, khususnya untuk berkomunikasi dengan para siswa. Guru semestinya memahami dan dapat memahamkan para siswa bahwa ‘real world’ dan ‘digital world’ itu tidak ada bedanya, sehingga hubungan-komunikasi dan sebagainya harus tetap normal apa adanya, social media hanya media yang berbeda saja.
Bagi yang membutuhkan slidenya berikut saya lampirkan
terima kasih.
[...] Dipublish juga di: http://pojokpendidikan.com/2011/05/06/diskusi-tentang-guru-dan-social-media-meetupcianjur/ [...]