Jenis Game Edukasi

Ditulis Oleh: A Sufyan Tsauri
Friday, June 17, 2011 9:02 am
 

Bulan ini setidaknya sampai hari ini teman-teman sedang asyik memperbincangkan tentang game dan hubungannya dengan pendidikan, jadi tertarik untuk sekedar nimbrung jadinya :D

Ok, jujur saya bukan developer game (seperti teman-teman lainnya di bawah),

tapi setidaknya saya menikmati bagaimana game bisa menghilangkan stress :p. Nah, makanya saya tidak akan menjelaskan tentang bagaimana game itu dibuat apalagi bicara hingga dampak game tersebut terhadap perilaku seseorang (karena bukan psikolog juga), sekarang hanya ingin berbagi tentang jenis game edukasi yang sedang banyak dibincangkan oleh teman-teman, sumbernya saya baca dari sebuah buku berjudul "Learning Online with Games, Simulations and Virtual Worlds" karya Clark Aldrich.

Dalam buku tersebut disampaikan setidaknya ada 5 (lima) jenis game yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan, yaitu:

  1. Educational Simulations
  2. Serious Games
  3. Frame Games
  4. Class Games
  5. Virtual World

Nah, dari kelima jenis game tersebut kita dapat membedakannya dari 4 (empat) aspek yaitu 1) tujuan pembelajaran yang dapat dicapai; 2) Kriteria Suksesnya; 3) Kebutuhan teknologi untuk diimplementasikan; dan 4) contoh dari jenis game tersebut. supaya lebih mudah dipahami saya sajikan saja melalui matrik berikut.

image

Dalam buku tersebut, penulisnya sih sangat yakin kalau virtual world adalah masa depan sistem pembelajaran di masa yang akan datang, hmmm… kita lihat saja nanti :)

Nah, untuk teman-teman developer game, mudah-mudahan rujukan di atas bisa memberikan sedikit pencerahan untuk mengembangkan game-game yang bisa membantu banyak orang untuk belajar.

Happy Weekend! :)

This entry was posted in Metode,Multimedia Pembelajaran,Teknologi and tagged Tags: , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to “Jenis Game Edukasi”

  1. Icep says:

    Namun terkadang orang tua menganggap kalo maen game itu membuat anak jadi bodoh,malas, dan ngabisin duit (pengalaman), jadi para orang tua juga harus di kasih pengarahan kayaknya

  2. Luqman Hakim says:

    Tidak perlu menyalahkan orang tua. Game itu memang membuat lupa waktu *pengalaman :) , nah disinilah inovasinya, yaitu membuat game menjadi bernilai edukasi dan juga sebaliknya membuat edukasi yang menyenangkan seperti game. Tapi itu tidak mudah, setidaknya menurut saya :(

Leave a Reply

 

Formulir Pendaftaran

Silahkan mendaftarkan diri untuk dapat berkontribusi di komunitas Pojok Pendidikan.

 

Apa Pojok Pendidikan?

Pojok Pendidikan merupakan perwujudan ide dan gagasan mengenai pendidikan. Berawal dari sekumpulan anak muda yang sering 'nongkrong' di media daring. Sebagian dari kami baru berkiprah di masyarakat setelah lulus dari sebuah perguruan tinggi yang berlatarbelakang pendidikan. Pekerjaan merekapun beragam, ada yang menjadi guru, dosen, wirausahawan, designer, bahkan ada yang masih kuliah. Walaupun kesibukan berbeda, namun kami selalu berdiskusi dan bertukar ide baik yang serius atau yang bersifat santai dalam medium daring. Selengkapnya »
 

Kolom Pakar